Kesederhanaan dan Kejujuran
Drigo Serenade L. Tobing sadar betul, bila fotografi digital dengan segala kemudahan dan teknologinya membuat banyak orang yang sebelumnya hanya tertarik saja, kemudian berminat untuk mencoba. Siapa saja bisa memotret tanpa melihat status sosial, ekonomi, profesi, jenis kelamin, hingga usia. “Yang membedakan adalah bagaimana cara memotretnya,” ujarnya singkat. Mengapa? “Karena kita ingin melukis dengan cahaya yang membutuhkan sentuhan seni dan kreatifitas,” tandasnya bersungguh-sungguh.
Diakui pria yang akrab disapa Drigo, dengan hadirnya teknologi digital membuat fotografer “mabuk” oleh nikmatnya kemudahan yang diberikan teknologi. Sehingga pada akhirnya larut dalam kemudahan yang ditawarkan teknologi –tanpa memerhatikan– apakah pesan yang ingin disampaikan melalui foto tersebut sampai kepada orang yang melihatnya.







